Kepemimpinan biasanya diawali dengan jabatan. Namun demikian memimpin sebuah organisasi tidak bisa sekedar mengandalkan jabatan semata..Jabatan atau pangkat boleh berjajar di bahu atau dada. Sekali lagi –semua pernak pernik itu– tidak otomatis membuat seorang pejabat menggetarkan dan menggerakkan orang lain untuk sukarela mengikuti kata-katanya..Beberapa orang menilai: keahlian, kompetensi dan bahkan sikap adil itu penting. Namun kebanyakan kita tidak memusingkan hal itu– sekalipun benar diperlukan dan syarat dasar bagi seorang pemimpin..John C. Maxwell menyebut ada hal-hal yang lebih kuat melampaui itu semua. Untuk menjadi pemimpin sejati dan diakui perannya–dikatakan–: seorang harus memiliki nilai-nilai etis yang nyata dan tulus..Karakteristik etis demikian tampak sangat kuat pada pemimpin yang berintegritas.
Secara umum, pemimpin yang berintegritas paham betul visi organisasi atau kebangsaan dengan baik, memiliki moralitas yang kuat dan terus menerus memberikan teladan saat memimpin.